Bakso Beranak dari Indonesia Viral di Asia Tenggara

Bakso Beranak adalah inovasi kuliner khas Indonesia yang telah menarik perhatian luas di Asia Tenggara. Dikenal karena ukurannya yang besar dan isian unik, bakso ini menyajikan pengalaman makan yang berbeda dari bakso tradisional.KOMPAS.com


๐Ÿฅฃ Apa Itu Bakso Beranak?

Bakso Beranak adalah bakso jumbo yang di dalamnya terdapat beberapa bakso kecil, telur puyuh, keju, atau isian lainnya. Nama “beranak” merujuk pada konsep bakso besar yang “melahirkan” bakso-bakso kecil saat dibelah. Kreasi ini pertama kali diperkenalkan oleh Oding, pemilik gerai Big Bakso Family di Bogor pada tahun 2013. Dengan modal awal Rp 300.000, Oding mengembangkan resep ini secara otodidak setelah mengalami kegagalan dalam usaha sebelumnya .


๐ŸŒถ๏ธ Variasi dan Inovasi

Seiring popularitasnya, Bakso Beranak mengalami berbagai inovasi:

  • Bakso Beranak Pak Gayeng di Jakarta menawarkan isian seperti cabai rawit, keju, dan telur puyuh. Bakso berukuran besar ini berdiameter sekitar 8-9 cm dan berisi delapan bakso kecil dengan berbagai rasa .

  • Ndoro Bei di Kuala Lumpur, Malaysia, yang didirikan oleh Pujisyahputra, seorang TKI asal Kediri, memperkenalkan Bakso Beranak dengan isian bakso kecil, telur puyuh, keju, dan bakso pedas. Usaha ini menjadi populer di kalangan TKI dan warga lokal .


๐ŸŒ Popularitas di Asia Tenggara

Bakso Beranak telah menarik perhatian internasional, termasuk para wisatawan asing. Video yang menampilkan ekspresi turis asing saat mencoba Bakso Beranak menunjukkan ketertarikan mereka terhadap rasa dan konsep unik bakso ini .


๐Ÿ’ฐ Harga dan Aksesibilitas

Harga Bakso Beranak bervariasi tergantung lokasi dan isian:

  • Jakarta: Sekitar Rp 15.000 per porsi, termasuk mie dan sayuran .

  • Malaysia: Sekitar RM 10 per porsi, dengan permintaan mencapai 240 bakso per hari .



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *